Wamenkes: SJSN RI Terbesar di Dunia

Wamenkes Sjsn Ri Terbesar

Medan - Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof dr Ali Ghufron PhD menyebutkan, sistem jaminan sosial nasional (SJSN) kesehatan yang akan dimulai 1 Januari 2014 akan menjadi sistem jaminan terbesar di dunia. Namun, pelaksanaannya baru bisa mengcover seluruh warga Indonesia pada 2019.

"Badan pelaksanaan jaminan sosial nasonal (BPJSN) akan dilaksanakan 1 Januari 2014. Namun seluruh masyarakat baru bisa discover SJSN pada 2019," sebut Wamenkes didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr RR Sri Hartati Suryantini MKes dan Kadis Kesehatan Medan dr Edwin Effendi MSc usai launching sistem penanggulangan kegawatdaruratan terpadu (SPKGT) di Hotel Santika Medan, Rabu (29/8).

Menurutnya, dengan berlakunya SJSN nanti, maka seluruh warga akan dijamin pelayanan kesehatan. Pemerintah mengover iuran premi untuk warga miskin. "Sementara, untuk warga pekerja informal yang gajinya tidak tetap, perlu diatur lagi. Itulah sebabnya, program ini baru bisa terealisasi penuh pada 2019," ucapnya.

Dikatakan, berbagai kendala yang dihadapi tim BPJSN mulai dari mencapai kesepakatan atau konsesus lintas sektor. Soalnya, pokjanya harus bekerja di 13 lembaga yang ada. Kemudian, perlunya sosialisasi, edukasi secara luas agar masyarakat bisa menerima program ini dengan baik.

"Selain itu, pelaksanaannya memerlukan infrastruktur dan akses bagi masyarakat untuk mencapai pelayanan kesehatan dengan mudah," ucap Ali Ghufron.

Kelanjutan

Sebenarnya, lanjut Wamen, pelaksanaan SJSN merupakan kelanjutan dari sistem jaminan kesehatan masyarakat yang sudah dibuat pemerintah. Hanya saja, pengelolaan SJSN lebih sistematis di seluruh Indonesia.

Awalnya jaminan kesehatan sudah dibuat tahun 2005. Bahkan beberapa tahun belakangan ini, pemerintah mengover 76,4 juta warga Indonesia. Tahun ini, total biaya untuk Jamkesmas dan Jampersal Rp7,4 trilyun.

Pemerintah menjamin 76,4 juta warga dalam program Jamkesmas. Jumlah ini melebihi dari jumlah warga miskin yang ada sesuai data BPS sebesar 11,50 persen atau 29 juta lebih. Saat ini, hanya 63 persen warga yang sudah tercover. Kalau SJSN berlaku, maka seluruh warga terjamin.

Sebelum pelaksanaan SJSN, tambahnya, jika masih ada warga miskin yang tidak terdata dalam program Jamkesmas atau Jamkesda, akan discover melalui Dinas Sosial. Kemenkes sudah berkoordinasi dengan DPR untuk menyelesaikan masalah ini. Setidaknya ada 2,9 juta warga miskin yang tidak terdata karena tidak ada jelas kependudukannya.

"Jadi nanti anak kolong jembatan, warga panti atau mereka yang tidak memiliki keluarga akan ditangani melalui Dinsos. Jadi, tidak ada lagi warga miskin yang tidak mendapat jaminan kesehatan," ucapnya.

Sementara, Plt Gubsu Gatot Pujonugroho ST dalam sambutannya menyebutkan, untuk menyongsong SJSN, Sumut perlu berbenah diri. Karena, bila SJSN dilaksanakan, penyedia layanan kesehatan akan menghadapi kompetisi ganda. Kompetisi bukan hanya datang dari eksternal tapi juga internal yaitu antarfasilitas pelayanan kesehatan.

"Yang saya pertanyakan, sudah siapkah fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah yang ada di Sumut menyongsong SJSN," tanya Gatot.

Sumber: www.analisadaily.com

AddThis Social Bookmark Button

Add comment


Security code
Refresh

You are here: Home Arrow News Arrow BPJS Update Arrow Wamenkes: SJSN RI Terbesar di Dunia

Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan
(Centre for Health Financing Policy and Health Insurance Management)

Gedung Radioputro Sayap Barat Lantai 2
Komplek Fakultas Kedokteran UGM
Jalan Farmako Sekip Utara, Yogyakarta - 55281
Phone  +62 274 631022
Fax     +62 274 631022
Email   This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Web     www.kpmak-ugm.org

Logo Kpmak Kuning

Connect With The facebook KPMAK-UGM
KPMAK-UGM twitter KPMAK-UGM