OJK: Indonesia Kekurangan Tenaga Aktuaris

Jakarta - Pada September mendatang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan melakukan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) dengan beberapa universitas yang memiliki jurusan Matematika. MOU ini dilakukan untuk memenuhi kekurangan tenaga aktuaris di industri perasuransian.
Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non Bank OJK Firdaus Djaelani mengungkapkan, OJK sengaja membidik universitas yang memiliki jurusan matematika, karena jurusan tersebut memiliki lima dari tujuh subjek yang dibutuhkan untuk menjadi ajun aktuaris. Ada beberapa universitas yang masuk target OJK, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lainnya.

"Kita memang butuh terobosan jika ingin memenuhi kekurangan aktuaris di Indonesia," jelas Firdaus pada acara pengaktifkan kembali program aktuaria di UI, Selasa (20/8).Firdaus mengungkapkan, jika tidak ada langkah terobosan seperti ini, maka kekurangan aktuaris di industri asuransi Indonesia tidak bisa teratasi. Dia menyebutkan, dari kebutuhan sekitar 600 aktuaris, Indonesia baru memiliki 175 aktuaris. Bahkan jumlah aktuaris ini termasuk yang sudah meninggal dan tidak semuanya bekerja di perusahaan asuransi.

"Yang benar-benar bekerja di perusahaan asuransi paling sekitar 100 orang," jelasnya. Padahal kebutuhan aktuaris ini sedemikian mendesak seiring dengan keharusan untuk menggunakan sistem pelaporan akuntansi dengan sistem international financial reporting system (IFRS). Selain itu juga tuntutan dari regulator yang mengharuskan seluruh industri asuransi, baik asuransi jiwa, umum, maupun reasuransi untuk memiliki tenaga aktuaris.

Penandatanganan kerjasama dengan beberapa universitas ini merupakan langkah awal untuk mengantisipasi kekurangan tenaga aktuaris ini. Setelah mahasiswa jurusan matematika ini memenuhi lima subjek yang diperlukan untuk menjadi ajun aktuaris, OJK akan mengajak tenaga pengajar di Magister Manajemen UI yang sudah memiliki program peminatan aktuaria untuk memberikan kuliah semester pendek di universitas atau kampus yang bersangkutan.

Selain itu, bisa juga dengan mengajak mahasiswa jurusan matematika tersebut untuk mengikuti kuliah yang ada di program peminatan aktuaria UI. Setelah mahasiswa ini lulus dan memenuhi tujuh subjek untuk menjadi ajun aktuaris, OJK akan bekerjasama dengan pelaku industri untuk bisa menempatkan ajun aktuaris ini sebagai tenaga magang. Dengan begitu, lengkap sudah tenaga muda ini memenuhi sepuluh subjek yang dibutuhkan untuk menjadi aktuaris.

PT Prudential Indonesia menjadi salah satu perusahaan asuransi yang tergerak untuk ikut mendukung pemenuhan aktuaris ini. Melalui kerjasama dengan program Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi (MM-FE), Prudential Indonesia membuka kembali program peminatan aktuaria di kelas-kelas aktuaria yang telah direnovasi di gedung MM-FE UI.

Presiden Direktur Prudential Indonesia William Kuan menjelaskan, bentuk kemitraan yang dilakukan Prudential Indonesia dengan UI adalah dengan memberikan kesempatan bagi tenaga pengajar untuk mengikuti pelatihan aktuaria tingkat internasional. Selain itu, Prudential Indonesia juga akan mendatangkan pengajar internasional untuk memfasilitasi workshop aktuaria di kampus MM-FE UI. Selanjutnya, Prudential Indonesia juga akan memberikan beasiswa setiap tahunnya sampai dengan tahun 2015 dalam peminatan aktuaria di MM-FE UI ini.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Asuransi Wahana Tata Christian Wanandi mengungkapkan, industri asuransi umum juga mengalami kekurangan tenaga aktuaris. Menurutnya, baru ada 10 perusahaan asuransi umum yang memiliki tenaga aktuaris. Bahkan, Wahana Tata saat ini juga belum memiliki tenaga aktuaris.
"Kami baru investasi untuk mendatangkan tenaga aktuaris di perusahaan kami," jelasnya.

Sumber: Berita Satu

AddThis Social Bookmark Button

Add comment


Security code
Refresh

You are here: Home Arrow News Arrow OJK: Indonesia Kekurangan Tenaga Aktuaris

Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan
(Centre for Health Financing Policy and Health Insurance Management)

Gedung Radioputro Sayap Barat Lantai 2
Komplek Fakultas Kedokteran UGM
Jalan Farmako Sekip Utara, Yogyakarta - 55281
Phone  +62 274 631022
Fax     +62 274 631022
Email   This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Web     www.kpmak-ugm.org

Logo Kpmak Kuning

Connect With The facebook KPMAK-UGM
KPMAK-UGM twitter KPMAK-UGM