FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN YANG BERSUMBER ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) KABUPATEN SAROLANGUN PROPINSI JAMBI

INTISARI

Latar belakang : Anggaran kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, sehingga anggaran yang dialokasikan berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan. Anggaran Pendapatan  dan Belanja Daerah (APBD) menjadi salah satu sumber anggaran kesehatan terbesar di Kabupaten Sarolangun. Proporsi anggaran kesehatan di Kabupaten Sarolangun  masih  belum sesuai dengan yang diharapkan, dan belum mencapai  15% dari jumlah APBD, serta lebih besar digunakan untuk belanja pegawai. Dalam mengajukan anggaran kesehatan belum memperhatikan faktor–faktor yang berhubungan dengan alokasi anggaran kesehatan.

Tujuan : Tujuan Umum mengindentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi alokasi anggaran kesehatan yang bersumber APBD di Kabupaten Sarolangun. Tujuan khusus mengetahui faktor paling dominan yang mempengaruhi alokasi anggaran kesehatan yang bersumber APBD di Kabupaten Sarolangun.

Metodologi penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang     dilaksanakan di Kabupaten Sarolangun. Unit analisisnya alokasi anggaran kesehatan  Dinas Kesehatan Kab. Sarolangun. Subyek penelitian para pengambil kebijakan dalam anggaran kesehatan daerah dan tenaga yang terlibat dalam penyusunan anggaran kesehatan. Variabel Independennya pendapatan asli daerah, dana perimbangan, Politik (komitmen daerah), kemampuan advokasi, Kemampuan perencanaan. Variabel dependen adalah alokasi anggaran kesehatan. Data dalam penelitian ini ada dua yaitu 1) Data primer diperoleh dengan  menggunakan wawancara. 2)  Data Sekunder yang dikumpulkan berupa dokumen–dokumen daerah Kabupaten Sarolangun.  Analisis yang dilakukankan terhadap data primer melalui wawancara mendalam secara kualitatif, data sekunder dihitungan berdasarkan kelompok belanja.

Hasil penelitian : Diketahuinya Faktor-faktor yang mempengaruhi alokasi anggaran kesehatan di Kabupaten Sarolangun, antara lain dipengaruhi oleh dana perimbangan, politik (komitmen daerah), kemampuan advokasi, kemampuan perencanaan. Diketahuinya alokasi anggaran kesehatan Kabupaten Sarolangun dari tahun 2001–2007 serta pemanfaatannya.

Kesimpulan :1.a. PAD tidak memiliki pengaruh terhadap alokasi anggaran kesehatan. b. dana perimbangan memiliki pengaruh. c. Politik (Komitmen Daerah) memiliki pengaruh.d. Advokasi memiliki pengaruh.  e.  Kemampuan perencanaan memiliki mempengaruh 2. Gap yang terjadi antara RAPBD dengan APBD tahun 2006 Rp. 1.178.361.000,- atau 4,81%. Tahun 2007 sebesar Rp. 558.942.000,- atau 2,24%.  3. Pemanfaatan  anggaran kesehatan  digunakan untuk belanja pegawai/personalia, belanja barang dan jasa, belanja modal, belanja perjalanan dinas dan belanja pemeliharaan, pada saat sebagian besar anggarannya digunakan  untuk belanja pegawai hingga mencapai 83,01% dari APBD.

 

Kata kunci : Desentralisasi, Pembiayaan Kesehatan, Anggaran Kesehatan

1.Sarjiah, Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, Propinsi JambiSunartono, Kantor 2.Bupati Kabupaten Sleman, Propinsi DI YogyakartaDewi Marhaeni, Dinas Kesehatan 3.Kabupaten Bantul,  Propinsi DI Yogyakarta

 

 

 

 

AddThis Social Bookmark Button

Add comment


Security code
Refresh

You are here: Home Arrow Research and Publication Arrow Publication Arrow Research Report Arrow FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALOKASI ANGGARAN KESEHATAN YANG BERSUMBER ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) KABUPATEN SAROLANGUN PROPINSI JAMBI

Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan
(Centre for Health Financing Policy and Health Insurance Management)

Gedung Radioputro Sayap Barat Lantai 2
Komplek Fakultas Kedokteran UGM
Jalan Farmako Sekip Utara, Yogyakarta - 55281
Phone  +62 274 631022
Fax     +62 274 631022
Email   This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Web     www.kpmak-ugm.org

Logo Kpmak Kuning

Connect With The facebook KPMAK-UGM
KPMAK-UGM twitter KPMAK-UGM